Ramadan 2026: Di Ambang Pintu Cahaya
Hilal berbisik di ufuk Februari,
Membawa kabar yang dinanti sanubari.
Dua ribu dua puluh enam telah sampai di titik ini,
Saat waktu melambat, dan jiwa mulai mencari.
Sajadah lama kembali dibentangkan, Mengingat janji yang sempat terabaikan.
Di antara deru dunia yang kian bising dan cepat,
Ramadan datang sebagai jeda yang paling tepat.
Ada rindu yang mengental di sela waktu sahur,
Saat doa-doa lirih meliturgi dalam syukur.
Bukan sekadar menahan lapar di kerongkongan,
Tapi membasuh hati dari debu kesombongan.
Di bawah langit senja yang temaram, Kita kumpulkan sisa-sisa malam yang tenteram.
Mencari Lailatul Qadar di sela jemari,
Agar diri kembali suci, bak embun di pagi hari.
Selamat datang, bulan penuh ampunan,
Jadikan kami pemenang, bukan sekadar penonton di tepian.
By: Azizah afina