Mata Air

judul: Tentang Mata Air yang Ada Didalam Diri

petikan: Tempat pulang yang sunyi

isi: Resensi lagu Hindia-Mata Air
By: Nuraeni, S.Pd.

Judul: Mata Air
Penyanyi: Hindia-Baskara Putra (berkolaborasi dengan Natasha Udu dan Kamga)
Album: Menari dengan bayangan
Genre: Indie, Synth-pop, & Electronic
Tahun Rilis: 2019

 

Lagu “Mata Air” karya Hindia menghadirkan suasana tenang namun penuh makna. Melalui liriknya, Hindia menggambarkan seseorang yang menjadi sumber kekuatan di tengah kelelahan hidup. Nuansa lirik dan musiknya terasa reflektif, seolah mengajak pendengar untuk berhenti sejenak dan mendengarkan perasaan terdalamnya. “Mata air” diibaratkan sebagai tempat kembali, di mana seseorang bisa beristirahat, pulih, dan menemukan harapan baru.

Pelajaran yang dapat diambil dari lagu ini adalah pentingnya “harapan dan dukungan dalam menjalani kehidupan” dan “pentingnya merawat diri dan emosi sendiri”. Di saat dunia terasa berat-beratnya dan sangat melelahkan, kehadiran orang yang tulus atau tujuan hidup yang jelas dapat menjadi penopang agar kita tidak menyerah.
Lagu ini mengajarkan bahwa tidak apa-apa merasa lelah, selama kita tahu ke mana harus kembali untuk menguatkan diri.
Lagu ini juga memotivasi kita untuk tetap bangun kembali dari jatuh. Tidak peduli kalau kita sedang tersakiti atau pernah menyakiti. kecewa atau bahkan berdedih.
Kita tidak selalu bisa bergantung pada orang lain, sehingga belajar menjadi “mata air” bagi diri sendiri adalah hal yang penting.

kenapa mata air? karna Mata air sering kali menjadi simbol filosofis tentang kemandirian dan ketulusan.
Mata air juga Memiliki Sumber di Dalam Dirinya Sendiri, Memberi Tanpa Menunggu Diminta, Mata air terus mengalirkan airnya ke sungai-sungai di bawahnya tanpa mempedulikan siapa yang meminumnya.

Saat mendengarkan lagu ini, saya merasa seperti sedang diingatkan untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri.”

Dalam lagu “Mata Air” Hindia, tidak hanya berbicara tentang kehadiran orang lain, tetapi juga tentang proses berdamai dengan diri sendiri.

Saat mendengarkan lagu ini, saya merasa seperti sedang diingatkan untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri.”

Lagu ini mengingatkan bahwa menjaga kesehatan mental, memberi ruang untuk istirahat, dan memahami diri sendiri merupakan bentuk kekuatan, bukan kelemahan.

Potongan lirik dari lagu Mata Air-Hindia:
Semua jatuh bangunmu, hal yang biasa
Angan dan pertanyaan, waktu yang menjawabnya
Berikan tenggat waktu, bersedihlah secukupnya
Rayakan perasaanmu sebagai manusia
Jika kau pernah tersakiti, angkat tangan
Jika kau pernah menyakiti, angkat tangan
Jika kau pernah bahagia, angkat tangan
Jika kau pernah kecewa, angkat tangan

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait

    Program Literasi

    Program Gerakan Literasi Sekolah SMPIT AL-UKHUWAH No Nama Program Tujuan Pembuktian Deskripsi 1. Duta Literasi Sebagai penggerak literasi sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lainnya Terciptanya beberapa karya Merupakan sekelompok siswa yang dibentuk untuk mengembangkan literasi di sekolah 2. Bengkel Sastra Wadah untuk mengembangkan minat dan bakat siswa terhadap Sastra Indonesia (Prosa, Puisi, Drama) Pagelaran Sastra

    Baca selengkapnya...

    Karya Literasi

    Buku Antologi Cerpen “Terlihat Susah, tapi Bismillah! Jilid 1” Buku Antologi Cerpen “Terlihat Susah, tapi Bismillah! Jilid 2” Buku Antologi Puisi “ Kertas Usang Demokrasi” Buku Antologi Puisi “Arahnya Ke Mana?” Buku Antologi Cerpen “Allah Tahu Kamu Lelah Jilid 1” Buku Antologi Cerpen “Allah Tahu Kamu Lelah Jilid 2” Buku Antologi Puisi “Mencari Sembuh” Buku

    Baca selengkapnya...