Langkah berani di gerbang SMP negeri 1 bengalon

Bagiku “Azizah” , gerbang SMP 1 Bengalon bukan sekadar pintu masuk sekolah. Bagiku, itu adalah garis batas antara masa lalu yang penuh keraguan dan masa depan yang ingin kutulis sendiri.

Dulu, saat masih di SD, namaku adalah sinonim dari kata “pemalu”. Aku adalah gadis yang lebih suka menghitung semut di lantai daripada menatap mata orang saat bicara. Namun, saat menginjakkan kaki di kelas 7B, aku membisikkan satu janji pada diriku sendiri: Zah, di sini, kamu punya lembaran baru.

Kejutan di Kelas 7B

Hari-hari pertama di SMP 1 Bengalon terasa begitu besar dan riuh. Lorong-lorong sekolah dipenuhi wajah-wajah baru yang asing. Di dalam kelas 7B, aroma buku baru dan suara spidol di papan tulis seolah menantangku untuk keluar dari cangkang.

Suatu pagi, seorang guru bertanya siapa yang bersedia menjadi perwakilan kelas untuk memimpin doa di depan. Biasanya, jantungku akan berdegup kencang dan aku akan segera menunduk pura-pura sibuk merapikan kotak pensil.

Namun kali ini, ada dorongan aneh yang hangat di dadaku. Tanganku terangkat. Pendek, ragu, tapi pasti.

“Saya, Bu,” kataku.

Teman-teman sekelasku menoleh. Aku bisa merasakan wajahku memanas, tapi aku tidak menurunkan tanganku. Saat aku berdiri di depan kelas, menghadap teman-teman yang baru kukenal beberapa hari, aku menyadari satu hal: Ketakutan itu seperti bayangan; ia akan membesar jika kita membelakanginya, tapi akan mengecil jika kita menghadapinya.

Menjadi diriku yang Aktif

Sejak momen kecil di depan kelas itu, perubahan dalam diriku mengalir seperti air Sungai Bengalon yang tenang namun bertenaga. Aku tidak lagi duduk di sudut yang gelap.

Berani Bersuara: Di sela-sela jam istirahat, aku mulai memberanikan diri menyapa teman-teman baru. Ternyata, memulai percakapan tidak semenakutkan yang kubayangkan.

Energi yang Meluap: Aku mulai aktif dalam diskusi kelompok. Pendapat-pendapat yang dulu hanya terkunci di kepalaku, kini mulai meluncur lancar. Aku merasa “hidup” saat suaraku didengar.

Ruang Ekspresi: SMP 1 Bengalon memberiku ruang. Entah itu saat kerja bakti sekolah atau saat jam pelajaran olahraga, aku selalu ingin menjadi bagian dari keramaian, bukan lagi pengamat dari kejauhan.

Menghargai Proses

  • Suatu siang , aku berdiri di luar lapangan sekolah, menatap papan nama SMP 1 Bengalon yang berdiri tegak. Aku tersenyum tipis. Azizah yang pemalu tidak benar-benar pergi; dia masih ada di dalam sana, tapi sekarang dia sudah punya “kakak” yang pemberani yang menjaganya.

Aku yang dulu ingin kembali ke diriku yang polos, kini sadar bahwa kepolosan itu tetap ada dalam bentuk kejujuranku saat berteman. Bedanya, sekarang aku punya keberanian untuk menunjukkannya pada dunia.

Di kelas 7B, aku belajar bahwa perubahan tidak butuh izin dari siapa pun. Ia hanya butuh satu langkah maju yang dilakukan dengan yakin.

By : Azizah afina 

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait

    Program Literasi

    Program Gerakan Literasi Sekolah SMPIT AL-UKHUWAH No Nama Program Tujuan Pembuktian Deskripsi 1. Duta Literasi Sebagai penggerak literasi sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lainnya Terciptanya beberapa karya Merupakan sekelompok siswa yang dibentuk untuk mengembangkan literasi di sekolah 2. Bengkel Sastra Wadah untuk mengembangkan minat dan bakat siswa terhadap Sastra Indonesia (Prosa, Puisi, Drama) Pagelaran Sastra

    Baca selengkapnya...

    Karya Literasi

    Buku Antologi Cerpen “Terlihat Susah, tapi Bismillah! Jilid 1” Buku Antologi Cerpen “Terlihat Susah, tapi Bismillah! Jilid 2” Buku Antologi Puisi “ Kertas Usang Demokrasi” Buku Antologi Puisi “Arahnya Ke Mana?” Buku Antologi Cerpen “Allah Tahu Kamu Lelah Jilid 1” Buku Antologi Cerpen “Allah Tahu Kamu Lelah Jilid 2” Buku Antologi Puisi “Mencari Sembuh” Buku

    Baca selengkapnya...