Ken Dedes

Ken Dedes adalah legenda dari tanah Jawa. Ia berasal dari keturunan Brahmana, Ken Dedes terkenal dengan kecantikan dan kisah cinta nya yang menjadi bagian penting asal mula sejarah kerajaan Singhasari Ken Dedes juga dikenal sebagai wanita yang melahirkan raja-raja di pulau jawa. Kisah Ken Dedes juga berada di kitab Pararaton. 

Kitab Pararaton adalah kitab naskah sastra jawa. Kitab ini singkat dan berisi kisah para maharaja dan raja penguasa Jawa Timur sekitar abad Hindu-Buddha.

Ken Dedes adalah putri Mpu Purwa yang cantik jelita dan konon kecantikan nya tersohor hingga negeri seberang kala itu. Hal ini yang membuat Tunggul Ametung terpesona dan jatuh cinta pada nya, yang kemudian muncul hasrat untuk mendapatkan Ken Dedes dan menjadikan nya permaisuri Tumapel. Suatu hari Ken Dedes di culik oleh Tunggul Ametung, Akuwu Tumapel. Dan di bawa ke Tumapel secara paksa. Kemudian ia memperistrikan Ken Dedes. Namun Tunggul Ametung akhirnya di bunuh oleh Ken Arok di saat Ken Dedes sedang Hamil. Ken Arok dan Ken Dedes sebenarnya sudah saling mencintai setelah pertama kali bertemu, Ken Arok adalah seorang perampok atau pencuri di wilayah Tumapel yang sebelum akhirnya jadikan pengawal Akuwu Tumapel. Tunggul ametung sendiri tidak mengetahui hubungan cinta antara Ken Arok dan Ken Dedes. Tunggul ametung dibunuh gunakan keris Mpu Gandring. Kemudian Ken Arok mengkambing hitamkan sahabatnya sendiri yaitu kebo ijo. Lalu menikahi Ken Dedes yang sedang dalam kondisi mengandung anak dari Tunggul Ametung. Kemudian kan Dedes melahirkan anak dari ia dan Tunggul Ametung dan di beri Nama Anusapati. Kemudian Ken Dedes melahirkan anak-anak dari Ken Arok. Saat anusapati dewasa Ken Dedes memberi tahunnya bahwa sebenarnya Ken Arok bukankah ayah kandungnya dan memberitahu juga bahwa ayah kandungnya adalah Tunggul Ametung. Setelah mendengar itu Anusapati marah dan bersumpah akan membalas dendam. Lalu ia menyuruh seorang pengawal untuk membunuh Ken Arok menggunakan keris yang sama yaitu keris Mpu Gandring. Setelah kejadian pembunuhan tersebut Anusapati naik Takhta menjadi raja Tumapel kedua(kemudian di kenal sebagai Kerajaan Singasari). Namun ia di bunuh oleh Toh jaya (anak dari Ken Arok dan Ken Umang) menggunakan keris yang sama, Keris Mpu Gandring. Sebenarnya, disaat Ken Dedes diculik oleh Tunggul Ametung, Mpu Purwa, ayah Ken Dedes, mengucapkan sebuah kutukan untuk orang yang menculik Ken Dedes saat itu, isinya adalah:

“Hai orang yang melarikan anakku, semoga tidak mengenyam kenikmatan, matilah dia dibunuh dengan keris”. 

Kutukan itu yang menyebabkan kematian berantai perebutan Takhta di kerajaan Singasari. 

Begitulah kisah Ken Dedes. 

By: Meliani Annisa

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait

    Program Literasi

    Program Gerakan Literasi Sekolah SMPIT AL-UKHUWAH No Nama Program Tujuan Pembuktian Deskripsi 1. Duta Literasi Sebagai penggerak literasi sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lainnya Terciptanya beberapa karya Merupakan sekelompok siswa yang dibentuk untuk mengembangkan literasi di sekolah 2. Bengkel Sastra Wadah untuk mengembangkan minat dan bakat siswa terhadap Sastra Indonesia (Prosa, Puisi, Drama) Pagelaran Sastra

    Baca selengkapnya...

    Karya Literasi

    Buku Antologi Cerpen “Terlihat Susah, tapi Bismillah! Jilid 1” Buku Antologi Cerpen “Terlihat Susah, tapi Bismillah! Jilid 2” Buku Antologi Puisi “ Kertas Usang Demokrasi” Buku Antologi Puisi “Arahnya Ke Mana?” Buku Antologi Cerpen “Allah Tahu Kamu Lelah Jilid 1” Buku Antologi Cerpen “Allah Tahu Kamu Lelah Jilid 2” Buku Antologi Puisi “Mencari Sembuh” Buku

    Baca selengkapnya...