” Kasihku Menembus Waktu”

“KasihKu Menembus Waktu”

 

part 1

“Di kota yang tak damai ini ku tetap kuat tuk berdiri. Dikota yang penuh genjatan senjata ini ku tetap kuat tuk bertahan. Namun, kenapa kau pergi dari dunia ini meninggalkan diriku sendiri?”

***

Hai, namaku Fahlil. Aku pemuda berumur 23 tahun di jurusan kemiliteran, tahun ini aku wisuda angkatan 31. Sebenarnya, Aku mempunyai seseorang yang ku dambakan, dia adalah temanku dari sd. Namanya adalah Naiya. Jujur aku tau dia adalah orang yang paling aneh. Dia itu gak pernah suka orang sama sekali tapi mungkin karna sudah ada orang yang di hatinya. Yah kan ku simpan saja rasa ini lah…

•••

Di pagi yang indah itu, aku berangkat dari rumah. Aku dan orang tua ku naik mobil ke sana. Saat sudah sampai aku langsung di bawa oleh security ke ruang khusus wisudawan. Dan orang tua ku pun ke ruangan untuk tamu. Saat memasuki ruangan aku melihat Naiya, dia sangat cantik hari ini dengan make up tipisnya itu.
” eh Fahlil kamu ngapain? sini duduk di samping ku” Naiya mengajak ku. Aku yang mendengar nya rasanya ingin pingsan karna salting deh. Aku yang kembali sadar pun segera menuju arahnya. Rasanya seperti impian ku menjadi kenyataan. Tapi aku tetap tenang, aku punya rencana yang sudah ku bahas dengan orang tua ku. Aku akan melakukan nya saat akhir acara saja. Upacara wisuda pun berjalan dengan lancar hingga sampai lah di penghujung acara.
” kepada teman kita Fahlil silakan maju tuk menyampaikan kesan pesan” ucap mc.
Aku maju dengan perasaan yang agak takut namun masih berani lah sedikit. Aku mengambil mic dan mulai berbicara.

“Teman teman 8 semester sudah yang kita lewati kini saatnya kita tuk melepas dunia perkualiahan. Kita akan menuju dunia kerja yah~ walau kita sempat magang juga, tetap saja ini yang lebih nyata. Kepada semua teman ku aku berharap kita bisa bertemu lagi. Semoga ilmu ilmu yang kita dapatkan bisa berguna bagi bangsa dan dunia. Tak lupa orang tua yang selalu mendukung kita dari kecil sampai saat ini. Namun ada 1 hal penting lagi yang ingin ku bicarakan, ini khusus kepada wanita yang ku kagumi… Naiya~~”
“Aku?” Ucap Naiya terkejut
” naiya mau kah kau bersamaku, membuat keluarga bersamaku, hidup dan mati bersamaku” berjalan dengan berbicara aku menuju dirinya membawa kotak cincin 1 pasang.
“A-aku….” nada Naiya dengan cukup ragu.
” MAU BANGET, akhirnya ku kira cintaku bertepuk sebelah tangan” ucap Naiya mengejutkan ku.
Akhirnya kami bersama dan menikah beberapa hari kemudian.
Kami menggelar Acara pernikahan…

Part 2•••

Setelah 5 tahun aku menikah dengan Naiya, kami mendapat 1 anak laki laki. Kami memutuskan memberinya nama Ahmad Dirgantara. Anak ku ini pintar, ganteng, jago olahraga(sewajarnya olahraga anak anak). Yaiyalah nurun bapaknya. Kami hidp damai dna harmonis di rumah sederhana namun sbagat berkecukupan. Sekarang aku berkerja sebagai anggota militer. Naiya berkerja sebagai jaksa. Yah pekerjaan yang sibuknya pas ada kasus doang tapi uang lancar bossssss.

***

Hari itu aku di panggil untuk melakukan tugas, kata bos ku ada yang aneh di perbatasan. Aku segera bersiap mengambil baju dan ingin pamit kepada Naiya.
” nyai aku berangkat dulu ya, doakan aku pulang dengan selamat” ucap ku
” yaiyalah ku doakan, apa yang terjadi di perbatasan?”tanya Naiya
” Entahlah, kata bos ada yang aneh di sna”
“Hem.. kalau begitu lansung pualng serelah selesai ya, aku akan makan malam saat kau pulang”
“Hais makan aja lah dulu nanti kamu sakit”
“Engga lah, aku akan tetap tunggu kamu”
” oke jangan nangis ya”
” ih kepedean kamu kalo ditinggal aku juga gak boleh nangis loh”
” oke nyai rumah, assalamualaikum”
“Walaikum salam”
Percakapan panjang ku denganya membuatku tenang. Dari jauh aku lihat dia meneteskan air mata. Aku tau ini sakit baginya tapi, ini lah tugas negara. Ku harap masih bisa bertemu dengan dirinya setelah ini.

***

” hari ini kita akan melakukan tugas penting negara, yang kalian dengar hanya gangguan di perbatasan kan? Yang sebenarnya terjadi ada pemeberontak yang mulai memasuki bagian timur dan selatan, kita berada di barat. Kemungkinan terbesar mereka akan ada pergi ke utara karna di sana lebih sedikit pasukan. Jadi sebagain dari kita akan ke sana dan sebagian tetap menjaga di sini. Nanti bila keadaan sudah mulai aman dan terkendali kita berkumpul lagi di kantor pusat. Ingat apa pun yang terjadi tetap lah penting kan doa dan semangat pejuang” buka jenderal Anwar.
Aku agak khawatir dengan Naiya dan Gantar. Mereka tinggal di barat tapi aku ditunjuk ke utara. Aku berharap mereka aman selalu di sana. Saat aku sampai di barat peperangan telah terjadi, pasukan langsung membantu dengan cepat dan hati hati. Kami memenagkam peperangan ini, tapi anehnya kenapa pasukan pemberontak hanya berjumlah 40 orang saja. Dari data menurut persenjataan ada lebih dari 200 orang yang menuju ke area ini. Perasaam buruk memenuhi kepala ku, aku segera memberitahukannya pada kapten dan kami mulai berangkat.

***

” kapan ya dia pulang kok lama sekali” ucap Naiya yang tampaknya merindukan kekasihnya. Naiya berjalan ke depan jendela sambil membawa Gantar yang tertidur di buaian nya. Saat itu di malam hari naiya belum makan karena dia ingin menemani Fahlil makan bersama setelah letih kerja. Tiba tiba terdengar suara tembakan pistol “Dor Dor Dor” membisingkan keadaan. Gantar yang masih tidur pun terbangun dan menangis. Naiya sigap menenangkannya, gantar pun tidur kembali. Naiya tau keadaan apa ini dia segera menyembunyikan gantar di ruang bawah tanah, ia juga menelpon kerabatnya dari negri jauh tuk memeriksa Gantar 2 hari lagi. Naiya menyiapkan segalanya untuk gantar.
“Nak.. ibu tak tau apakah ini akan berakhir. Jika ibu tak kembali mengambil mu kamu harus patuh kepada paman mu ya”.
Naiya mengucapkan selamat tinggal kepada gantar . Dia pun membuat surat untuk ulang tahunnya yang ke 17, serta ucapan terimakasih kepada saudaranya. Waktu telah lama berlalu langit biru tua kini menjadi merah. Genjatan senjata terjadi antar pasukan tentara dan pemeberontak. Naiya melihat tak ada suaminya, ia khawatir apa yang terjadi dengan suaminya. Dia menunggu waktu, area itu terlihat bebas dari genjatan, dia memberanikan diri keluar tuk memeriksa keberadaan suaminya. Namun, baru saja dia membuka pintu ada peluru yang menyerang kepalanya. Pusing dan sakit memenuhi kepala Naiya. Ia cepat cepat menutup pintu. Tapi dia tau kalau dia masuk akan lebih berbahaya bagi Gantar akhirnya dengan niat dan keberanian tinggi. Naiya keluar rumah dengan kepala bercucuran darah. Pemberontak yang melihatnya segera menyerangnya lagi.

PART 3

***
Naiya dengan kesadaran penuh, berlari sejauh jauhnya dari rumahnya, dia tau kalau masuk kerumah akan membuat pemberontak itu menjadi ancaman keselamatan gantar. Berlari secepat kilat hingga kaki nya berdarah. Di saat itu juga Fahlil baru datang dengan mobil tentara, melihat naiya yang telah lelah berlari dengan penampilan acak acakan. Melihat Fahlil, Naiya pun berhenti berlari, merasa kekasihnya suda aman. Fahlil pun turun dari mobil dan menghampiri Naiya. “Kamu gak papa yang?” Tanya Fahlil dengan wajah khawatir. Naiya masih ngos ngosan sehabis berlari, dia menatap Fahlil dari atas sampai bawah.
” kamu selamat”ucap naiya
” ya-ya aku selamat” ucap Fahlil meyakin kan.
” sampai jumpa…” ucap Naiya yang tiba tiba mendorong Fahlil ke samping. Fahlil terkejut dengan apa yang terjadi,”dor dor dor” Naiya terkena 3 tembakan. Naiya terjatuh, jatuh dalam pelukan Fahlil. Fahlil tak bisa menahan air mata, mengalir dengan derasnya.
“Jika aku pergi dahulu maka kamu tak boleh menyusul ku…” ucap Naiya, sambil memegang pipi Fahlil.
“Tak kau tak boleh pergi dari sini” Fahlil terus mengalirkan air mata.
Naiya menutup mata nya tersenyum dan pergi dalam pelukan ke kasih hidup nya…
” Nai? NAI, naiya ayo bangun… jangan tinggalkan aku NAIYA…..” Fahlil larut dalam kesedihannya di tengah medan perang. Di saat sekeliling dengan suara tembakan dan bom, ia terus memeluk jasad Naiya dengan erat. Fahlil segera sadar dari lautan kesedihan, ia tau Naiya tak akan senang jika dia hanya termenung di satu titik beku. Fahlil pun menggendong Naiya ke atas mobil tentara, lalu ia mengambil senjatanya dan mulai menyerang pemberotak. 3 jam berlalu suasana telah mereda, pasukan pemberontak telah kalah, dan juga menyerah. Setelah peperangan itu, Fahlil mengendong jasad Naiya pergi ke rumahnya untuk di rawat, untuk yang terakhir kali nya•••. Sesampainya Fahlil di rumah, dia terkejut melihat banyak darah berceceran di dalam rumah, dan suara bayi menangis dari bawah lantai. Fahlil yang menyadari bahwa itu suara Gantar, putra tunggal nya. Dia mengambil Gantar dari ruang persembunyian dengan surat menyelip di bawah selimutnya. Fahlil membuka surat itu, rasa sedih makin bergejolak dalam dirinya.

•°• isi surat•°•
” Fahlil, jika kamu sudah baca surat ini artinya aku sudah tiada kan! Aku ingin berterimakasih dengan mu, kau buatku tau apa itu kasih sayang, rasa kekeluargaan, dan keharmonisan rumah tangga. Rasanya kamu harus tau, ada 1 hal yang ku sembunyikan dari mu, selama tahun pernikahan aku tak pernah memberimu apa – apa, sebenarnya ada tapi selalu ku simpan karna malu ku berikan, ada di bawah ruang nya gantar. Yah… aku tak bisa ikut kamu membukannya, ingat pekerjaan kita ber 2 sama bahanya. Aku jaksa dan kamu militernya. Tapi banyak kan halangan yang bisa kita lewati. Tetap saja kamu harus bahagia ya! Semangat!!!! And i love you♡♡♡”

***
Kata demi kata dia baca, semuanya di tangisi. Dengan Gantar yang tertidur nyenyak. Fahlil bangun dari kesedihan, dan segera merapikan rumahnya. kadang saat menyentuh beberapa barang, air mata menetes dari kedua mata itu. Mengingat manis yang telah kadaluarsa, kini dia harus hidup tanpa kekasih hatinya… tetap lah janji harus di tepati, Fahlil berjanji akan merawat gantar sampai dia sukses, karna gantar lah bukti cinta mereka berdua. Fahlil juga tak ingin mengambil barang pemberian Naiya ia takut akan semakin terkenang.

PART 4

•••

Tahun demi tahun berlalu, kini gantar sudah menginjak usia 23 tahun. Gantar tumbuh dengan baik, juga sehat dan tampan. Fahlil pun kian menua, menanti saat dia pergi menjemput Naiya.
Suatu hari yaitu 4 hari sebelum upacara wisuda terjadi percakapan cukup panjang
” ayah sepertinya aku menyukai seorang gadis” ucap gantar tiba tiba.
” hm benarkah? Apa dia menyukai mu” ucap Fahlil sedikit mengejek.
“Ayah aku tidak tau, aku menyukai nya sejak semester 1”
” Ou cinta pandangan pertama”

Gantar pun tersipu mendengar kata kata ayahnya. 4 hari setelahnya gantar wisuda dan menyatakan cintanya, sama seperti kisah ayahnya dulu.

Waktu demi waktu terlewati gantar sudah hidup bahagia bersama gadis yang di cintainya saat wisuda saat itu, mereka membentuk keluarga yang bahagia dan harmonis serta di karuniai 2 orang anak, istri gantar bernama Siyah. Yap nama yang mirip dengan Naiya, Fahlil merindukan nya namun apa boleh buat. Bukan lagi beda kota, bukan lagi beda agama, bukan juga beda rasa. Tapi beda antar dimensi manusia dan dimensi para ruh. Fahlil berharap agar Naiya kembali. Setiap dia memikirkan Naiya, maka hati lansung sakit rasanya.

Pada suatu pagi fahlil mengunjungi rumah gantar di seberang kota,* , saat sudah sampai Fahlil mulai mengingat kenangan masa lalu. Melihat bunga yang dulu ia tanam dengan Naiya, kursi taman tempat mereka bermesra sambil meneduh dari panas. Semua kenangan indah terputar kembali, namun tak hanya yang indah ada pula kenangan yang buatnya selalu merasakan sakit dalam hati. Yaitu temlat nya melihat Naiya pujaan hatinya di tembak. Jika memikirkan nya membuatnya dakit apa lagi melihatnya…
* fahlil pindah rumah di kota sebelah, karna takut terngiang ngiang sosok naiya.

Hari itu Fahlil sedang duduk di kursi taman sambil membaca buku, tiba tiba datang sebuah kupu kupu merah yang anggun mendatanganinya. Fahlil hendak menyantuh kupu kupu itu, tapi malah Fahlil yang tergelincir. Dan akhrinya menyusul Naiya… gantar meliahat ayahnya tergeletak dengan darah mengalir dari kepalanya. Gantar sudah membawa nya ke rumah sakit tapi tetap sudah terlambat. Fahlil yang sudha dalam bentuk roh pun sedih seklaigus senang. Sedih karna meninggalkan anak dan cucunya, juga senang akhirnya bisa menjemput Naiya.

PART 5

Setelah menyaksikan dirinya di kubur, dia bingung harus ke mana. Sampai kupu kupu itu datang lagi. Dia berubah menjadi seornag wanita cantik yang anggun juga bersayap kupu kupu.
” siapa kau”- fahlil
” aku adalah peri kupu kupu yang akan menuntun mu ke dunia selanjutnya”- ??
” tapi sebelumnya izinkan aku perkenalkan namaku, namaku chitra”- chitra
“Oke kamu akan ber reinkarnasi ke zaman kerajaan keraton VII”- chitra
” Hah? Reinkarnasi, kau pikir ini drama china kah!?”-fahlil
” ya kehidupan kan ndak ada yang tau”- chitra
” oke aku akan menjelasakan tentang siapa kau dan dimana kita di waktu ini, sembati berkeliling”-chitra
” negara Jaya purna adalah kota asri yang indah dan mempesona, membuat siapa saja yang melihatnya takjub dibuatnya. Laut dan danau yang indah memancarkan cahaya ke ajaiban dan langit biru sedikit awan. Dan pelangi yang selalu terpancar menghiasi langit. Di sebuah kerajaan yang aman nan indah bernama “keraton Kudingga Ragas Wari” adalah kerajaan yang megah dan indah, warganya pun ramah dan damai, dikarenakan pemerintah serta rajanya yang adil, arif dan bijaksana. Raja itu memiliki seorang putra yang gagah dan berwajah tampan, ia di kenal ramah dan bijaksana, serta tangguh, dan kamu akan menjadi dia di dunia ini. Namanya maksudku, namamu adlah Arjuna Purnama Ragas wari, di sini kau di panggil Arjun. Oh ya kamu juga punya seorang tunangan.”- chitra

Mendengar kata “tunangan” Fahlil/ arjun jadi teringat sosok Naiya yang belum sempat di rawatnya di hari tua.

“T- tunangan?”-Arjun
” yap tunangan mu adalah putri ayu cendani, dari kerajaan krismati. Dia dipanggil Ayu”-chitra
” oke tunggu aku berikan ingatan pemilik asli tubuh ini pada mu”-chitra

*** ingatan pemilik asli
” aku menyukai mu”-??
” maaf aku tak menyukai mu Ayu”- Arjun
” benarkah? Kalau begitu… setidaknya izinkan aku menyimpan rasa cinta ku”- Ayu
” hmph tarserah mu saja lah”- Arjun
… Ayu memutar tubuhnya dan pergi menjauh dari Arjun. Sebenarnya arjun menyukai Ayu juga namun, dalam kerajaanya ada suatu aturan. Bahwa seorang pria harus menyatakan cintanya terlebih dahulu dan harus menunggu usia 20 tahun. Sedangkan arjun dan ayu baru berusia 19 tahun. Raja pun menjodohkan mereka berdua karena Arjun lah yang mengatakanya kepada ayahnya.
***
– Arjun terbangun dari ingatan sekilas itu, namun Arjun. Penasaran bagaimana wajah Ayu yang di cintai oleh Arjun. Pas sekali hari ini adalah ulang tahun Autri Ayu Cendi yang ke 20 tahun. Yah Arjun baru sadar kalau dia akan segera menikah dengan tunangan orang. Ia pun berangkat menuju kerajaan karismati.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait

    Program Literasi

    Program Gerakan Literasi Sekolah SMPIT AL-UKHUWAH No Nama Program Tujuan Pembuktian Deskripsi 1. Duta Literasi Sebagai penggerak literasi sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lainnya Terciptanya beberapa karya Merupakan sekelompok siswa yang dibentuk untuk mengembangkan literasi di sekolah 2. Bengkel Sastra Wadah untuk mengembangkan minat dan bakat siswa terhadap Sastra Indonesia (Prosa, Puisi, Drama) Pagelaran Sastra

    Baca selengkapnya...

    Karya Literasi

    Buku Antologi Cerpen “Terlihat Susah, tapi Bismillah! Jilid 1” Buku Antologi Cerpen “Terlihat Susah, tapi Bismillah! Jilid 2” Buku Antologi Puisi “ Kertas Usang Demokrasi” Buku Antologi Puisi “Arahnya Ke Mana?” Buku Antologi Cerpen “Allah Tahu Kamu Lelah Jilid 1” Buku Antologi Cerpen “Allah Tahu Kamu Lelah Jilid 2” Buku Antologi Puisi “Mencari Sembuh” Buku

    Baca selengkapnya...