Kasihku Menembus waktu
Part 6
***
”Rombongan kerajaan kudingga Ragas Wari telah tiba”- ucap seorang pengawal. Kerajaan krismati sama seperti kerajaan kudingga Ragas Wari, yang membedakan disini lebih banyak air dibanding kudingga. Rombongan istana di persilahkan masuk, arjun yang penasaranan pun meminta izin ayahnya tuk berkeliling. Saat menelusuri kerajaan krismati, Arjun(fahlil) menemui sosok yang membuatnya merasakan apa itu cinta, apa arti keluarga, dan kebahagiaan dalam sebuah hubungan. Naiya muncul mengenakan pakaian adat jawa berwarna kekuningan khas kerajaan krismati, angin berhembus membuat nya tambah cantik gemulai. Arjun(fahlil) terharu dan bahagia menemukan kekasihnya di waktu lain, ingin dia memeluknya, menyayangnya bahkan ingin mencium nya. E -eh kok canggung ya.
“H-hai” ucap arjun sembari melambaikan tangan dan tersenyum lebar sedikit terlihat memalukan.
” em.. apa kabar mu Naiy” ucap arjun canggung.
” Naiy? Maaf pangeran apakah anda lupa nama saya Ayu” ucap putri Ayu sambil tertawa kecil.
” oh…. Ayu”-arjun
” HAH!! Ayu??????”- arjun
Ayu bingung dengan kelakuan arjun.
” y-yes! Shu~~~” ucap arjun sambil melakukan gerakan ronaldo.
” akhirnya yes yes yes yes” arjun kegirangan bahwa tunangannya adalah istrinya di waktu lain. Ayu yang makin bingung melihat Arjun, mendekatinya dan baru ingin memukulnya dengan sendal di kaki nya karena dia takut. Arjun yang sadar pun segera berhenti dan memegang tangan ayu yang sudah memegang sendal kulitnya.
” e~~ sabar sabar” ucap Arjun menenangkan ayu.
Wajah ayu memerah karena malu tangannya di pegang oleh Arjun.
“Waahhhh” Ayu segera pergi meninggalkan Arjun.
“Eh tunggu aku” ucap Arjun mengejar ayu.
Ayu berlari darinya karena malu, wajahnya bisa bisa semerah tomat jika terus di biarkan. Arjun terus mengejarnya membuatnya makin malu dan menutup wajahnya. Tanpa di sadari ada kolam yang sedang di kuras airnya, arjun yang sadar langsung berlari lebih cepat dan menangkap tubuh ayu sebelum terkena dasar kolam.
“Aduh” ucap Ayu setelah terjatuh.
Saat Ayu membuka mata ternyata dia memeluk Arjun, dan berada di atas tubuh Arjun. Ayu yang jelas makin malu pun memerah wajahnya, Arjun yang melihat wajah Ayu merah pun menyentuh kepalanya.
“Eh merah sekali wajah mu apakah kau demam?” Ucap Arjun.
Ayu yang makin malu pun……… pingsan.
“Eh kok pingsan, beneran sakit ni orang” Arjun pun mengangkat Ayu dengan hati hati. Arjun mulai memeluknya dengan erat dan hati hati. Arjun pun merasakan nostalgia, saat dia menggendong Naiya(Ayu) setelah di tembak. Arjun pun mengantarkan Ayu ke kamarnya, tanpa sadar dia meneteskan air mata perlahan lahan. Saat Arjun sadar air matanya mulai menetes pun segera cepat cepat menaruh Ayu di kasurnya.
” eh… ini tadi putri Ayu pingsan” ucap arjun kepada dayang putri Ayu.
Arjun pun pergi meninggalkan kamar Ayu. Tapi langkahnya tiba tiba berhenti,
“Oh ya jangan lupa taruh pagar di dekat kolam ikan di dekat taman bunga” ucap Arjun sembari melangkah pergi.
Dayang pun bingung dengan ucapan Arjun.
Part 7
***
Ayu terbangun dan melihat sekeliling,
“Putri anda sudah bangun” ucap dayang disebelahnya. Ayu mengingat lagi apa yang dia lakukan sampai berakhir ke tempat tidur.
“Putri apa yang anda lakukan hingga pingsan kemarin, Pangeran Arjun sampai menggendong anda sampai ke sini” ucap dayang penasaran.
Ayu pun mengingat apa yang dia lakukan kemarin dan ya wajahnya mulai memerah lagi,
” putri apakah anda baik baik saja, wajah anda memerah” ucap dayang wulan
” akh!!! sudah ndak papa sana pergi keluar dulu nanti kalau sudah siap kita akan ke pangeran Arjun untuk berterimakasih” ucap Ayu sembari mendorong dayang wulan keluar.
Ayu pun segera bersiap dan berdandan. Ayu berjalan menuju meja makan, dengan anggun Ayu duduk di dekat samping kursi raja dan dan ratu. Ayu duduk berhadapan dengan Arjun, yang terus melihatnya sambil tertawa kecil. Ayu pun buang muka karna mengingat kejadian kemarin.
Setelah makan putri ayu di minta oleh raja untuk membawa pangeran Arjun berkeliling ke kolam teratai. Akhirnya mereka pun pergi ke kolam teratai. Di tengah perjalanan tiba tiba putri ayu membuka pembicaraan,
“Em… terimakasih ya untuk yang kemarin”- Ayu
“Tidak masalah”- Arjun
“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu”-Arjun
“Apa?”-Ayu
” em mungkin nanti setelah pesta ulang tahun mu”-Arjun
“Oke…”-Ayu
Di pesta ulang tahun putri Ayu yang sangat megah berbagai kerajaan datang ke sana. Akhirnya tengah malam pun tiba, saat nya putri ayu mendapat usianya yang ke 20. “1,2,3” dan putri Ayu telah berusia 20 tahun.
“Selamat putri Ayu” ucap seluruh tamu undangan. Setelah upacara berakhir Ayu yang merasa gerah pergi ke taman bunga dan menyejukan diri. Arjun yang sedari tadi ada disana pun muncul,
“Hai!” Ucap Arjun mengagetkan Ayu.
” akh siapa itu” ucap Ayu.
“Ini aku santai saja”-Arjun.
“Oh arjun, jadi apa yang kau ingin katakan pada ku”-Ayu.
“Hufh”-Arjun
” Putri Ayu Cendani, maukah kau menerima lamaran ku, menerima cinta ku, dan bersiap membuat keluarga dengan ku”- ucap Arjun yang tak disangaka oleh Ayu.
“A-apa?” Ayu yang terkejut, dan bahagia pun tak bisa berkata kata.
” putri Ayu yang cantik nan jelita maukah kau menjadi pasangan hidupku”- ucap Arjun sembari mencium tangan putri ayu.
Putri Ayu bahagia karna dia akhirnya dapat bersama orang yang di cintai nya tanpa perlu menunggu apapun lagi.
” aku mau, tapi bukan kah kau menolak ku dulu” ucap putri Ayu khawatir.
“Dulu belum boleh, kita masih usia 19 tahun sekarang kan kamu dan aku sama sama sudah 20 tahun” ucap Arjun mengklarifikasi.
” baik aku terima tapi kau harus beritahu ayah” ucap Putri Ayu.
“Ayah tau dan ayah bolehkan anak ku” ucap raja krismati yang ternyata bersma raja dan ratu dari kerajaan kudingga.
” oke karna kita sudah sama sama setuju jadi kapan kita mulai resepsinya” ucap raja Kudingga
” bagaimana jika… BESOK saja sekalian” ucap raja krismati.
“Baik besok juga hari baik dan semua nya bisa ku selesaikan malam ini” ucap raja kudingga.
Part 8
Akhirnya pangeran Arjun dan Putri Ayu menikah. Pernikahan mereka bergelar megah dan meriah.
***
“Akhirnya aku bisa bersamanya kembali” ucap Arjun di depan pintu kamar.
Arjun sangat bahagia dapat bersama belahan jiwanya di kehidupan ini, Arjun berjanji tak akan kehilangan nya lagi. Rasa sakit yang dulu ia rasakan tak ingin di ulang lagi. Dia harus berusaha sebaik baiknya melindungi Naiya di kehidupan ini.
13 tahun berlalu..
Arjun dan Ayu memiliki 2 orang anak 1 gadis (Yunjani Ragas Wari) dan 1 laki laki(krispurna Rajas Wari)
Keluarga mereka sangat damai dan bahagia. Namun di balik itu ada saja yang tak suka dengan hubungan itu, tak lain adalah, Putri kerajaan keton wangi yaitu Putri sekarsini. Ia mencintai Arjuna, tapi selalu di tolak olehnya, hingga ia membuat sebuah rencana…
Dirumah Arjun dan Ayu….
Arjun tidur di paha Ayu yang sedang menyisir rambut Arjun, di bawah pohon besar di depan keratonnya mereka menikmati suasana sore yang nyaman dam hangat.
” yu aku mau buah dong” ucap Arjun sembari membuka mulutnya.
” his manja sekali padahal sudah tua jugak” ucap Ayu sambil tertawa kecil.
“Ayo lah abang lapar ni”-Arjun
” sudah Bagong kayak anak kecil, haha”-ucap Ayu.
Ayu yang sudah geram melihat tingkah Arjun pun menuruti permintaanya.
Ayu mengambil buah anggur dan memberinya di mulut Arjun, eits kok belum di masukin. Ayu iseng dan memakan buah nya yang dia pegang. Arjun yang memang mau nya buah pun mengejar buah yang sudha di dekat mulut Ayu dengan moncong nya sendiri. “Plak!” Arjun di tabok Ayu.
” ini lo buah sepiring kok mau ngambil yang di mulut orang” ucap ayu kesal.
” kan yang di mulut Ayu kan lebih manis”- Arjun menggoda Ayu.
“Alasan” ucap Ayu menyembunyikan rasa malunya.
” atau Ayu nya yang lebih manis ni”- Arjun tambah menggoda Ayu.
“Diam atau ku tendang” – Ayu tak tahan dengan Arjun.
” aduh main tendang lah pulak”-Arjun.
“Tendang atau kejar”-Ayu
” aku milih….”-arjun
“Muah”- Arjun tiba tiba mencium pipi Ayu dan pergi berlari sejauh mungkin.
” his orang tua ini”- Ayu.
Ayu tak mengejar Arjun tapi…,
” oke sudah siap, ahhh enaknya tidur di kasur lebar sendiri”-Ayu
“Barangnya sudha di luar dan waktunya dia kembali saat ini” – Ayu
Arjun pun kembali karna tidak melihat Ayu di belakangnya.
Sesampainya Arjun di rumah ia melihat bantal dan gulingnya bergeletakan di luar. Arjun yang takut dengan apa yang pernah di laluinya di kehidupan lain pun berlari menuju rumah. Disna ada selembar kertas, yah nostalgia bagi Arjun yang membuatnya semakin takut dengan apa yang terjadi. “Kau hari ini tidur di luar saja” Arjun membaca surat itu.
“Oh untung aja cuma tidur di luar”-Arjun
“Eh… eh eh”- Arjun
” kenapa tidur di luar”- Arjun sehabis tenang, malah menerima nasibnya untuk tidur di luar. Arjun pun mendekati jendela kamarnya dari luar dan melihat Ayu berbaring di atas kasur sambil membaca buku.
“Yu kok aku tidur di luar?”- Arjun
*pura pura gak liat, Ayu memalingkan wajahnya. Ayu tiba tiba berdiri dan menutup jendela.
” wlek, kapok kau”- ucap Ayu sembari menutup jendela.
“Yah mau bagaimana terima sajalah”-ucap Arjun pasrah.
Part 9
***
Di malam hari yang dingin, Arjun tertidur dengan lelap di luar, karena di hukum Ayu. Malam itu hawanya dingin dan berangin. Ayu khawatir dengan keadaan Arjun pun pergi keluar hendak membawanya masuk. Namun saat membuka pintu tiba tiba muncul asap hitam menyelimuti tubuhnya, Ayu yang terkejut karena tubuhnya semakin naik ke atas, pun melempar selimutnya ke tubuh Arjun. Ayu di bawa pergi oleh asap hitam itu, di bawanya ke hutan yang di kenal sebagai hutan tak bernyawa. Hutan ini di namai hutan tak beryawa karna di sana roh gelap dan arwah tinggal. Ayu di lempar kan kesana dengan sangat kasar, hingga tubuhnya lebam dan berdarah. Di sana dia di selimuti roh jahat yang terus mengahantuinya. Tubuhnya yang sedang lemah terus menerus menerima energi jahat di sekitarnya. Ayu pun pingsan di buatnya. Tubuhnya tergeletak di tengah hutan di basahi oleh hujan. Tiba tiba ada suara tertawa dari dalam hutan,
“Hahaha.. Akhirnya Arjun menjadi miliku”-???
“Eh siapa dia”-???
“Ini kan tunangannya, ah sudahlah setidaknya tak ada yang menggangguku dengan Arjun, Hahahah”-???
Ayu ternyata masih memiliki sedikit kesadaran dan melihat sosok di depannya adalah teman yang di anggap baik olehnya, tak lain dan tak bukan ia adlah putri sekarsini. Ayu merasa kesal dan dendam terhadap apa yang di rencanakan dan di lakukannya. Hawa dendam Ayu dan energi jahat di sekitarnya, membuat Ayu berubah. Ayu bangun dengan keadaan sehat tanpa luka, namun bola matanya yang dulunya hitam kini telah berubah menjadi merah. Ia terlalu banyak menyerap energi jahat. Ayu mengangkat putri sekarsini dari belakang menggunakan suatu sihir (berupa asap merah). Putri Sekarsini terkejut, saat dia menengok kebelakang Ayu yang tadi nya tergeletak terlihat tak bernyawa, kini mengangkatnya dengan asap sihir di sekitar tangannya.
“Kamu a-ada apa dengan mu”-putri Sekarsini
Ayu mengambil sepotong bambu dan membuatnya menjadi sebuah seruling, dia memainkannya membuat asap itu semakin erat memegang leher Sekarsini. Semakin banyak nada yang di tiupkan oleh Ayu semakin kuat juga eratan di leher Sekarsini. Tiba tiba nada berubah menjadi lebih tenang, Sekarsini mengira ia telah di ampuni,
” baik akhirnyakau tau mana yang benar dan mana yang salah”-ucap Sekarsini semakin menyombongkan diri.
Di saat ia menyombongkan diri, tubuhnya terlempar ke dalam danau di dekat sana.
” Heh sombong saja kau sampai mati”- ucap Ayu sehabis memainkan serulingnya.
Ayu memainkan seruling dengan nada unik lainnya. Nada itu membuat Sekarsini berubah menjadi kelomang di dasar kolam, kemudiam Ayu menyegelnya di sana selamnya. Setelah semua yang berlalu Ayu mencari jalan pulang menuju rumahnya.
Part 10
***
Arjun terbangun di pagi hari, ia melihat sekeliling. Arjun menemukan selimut di atas tubuhnya, ia tau pasti itu Ayu. Namun anehnya mengapa pintu rumah terbuka?. Perasaan Arjun mulai tak enak, Arjun memasuki rumah nya. Arjun melihat rumah kosong tak berhuni, ia mencari kemana perginya Ayu.
” yunja! , purna!” – Arjun memanggil anaknya untuk memastikan.
” ya apa yah”- balas keduanya.
” oh kalian masih tidur rupanya”-Arjun lega
” kalian tau di mana ibu?”- Arjun
” ndak tau yah dari pagi tadi ibu tak terlihat”- Yunja menjawab.
“Iya aku juga, tumben tadi pagi ibu tak membangunkanku”- Purna menambahkan.
” kemana ya ibu?, yasudah kalian cepat bersiap menuju balai pelajaran” – Arjun.
“Baik yah”- balas keduanya.
” ayah akan menyiapkan sarapan”- Arjun.
Arjun merasa tak enak dengan keadaan yang terjadi, ia takut akan mengalami apa yang dulu di alaminya. Ia hendak mencari Ayu, tapi saat sampai di depan rumahnya Ayu sudah berjalan menuju ke rumahnya dengan pakaian compang camping serta luka di seluruh tubuhnya. Arjun berlari dengan cepat ke arahnya. Arjun(fahlil) mengingat kejadian yang sama yang pernah di laluinya. Tambah cepat ia berlari menuju Ayu,
“Ayu kamu dari mana semalaman ini?” Tanya arjun dengan nada khawatir,
” aku tadi pagi saat ingin mengambil padi di gudang lupa membawa lentera”- ucap Ayu menengkan Arjun yang dari tadi gelisah.
” lalu bagaimana keadaan mu bisa penuh luka seperti ini?”- Arjun bertanya lagi.
“Karna tadi lupa bawa lampu aku tergelincir lalu sedikit terkena duri tanaman”- Ayu menjelaskan.
” Oh begitu rupanya”- Arjun kembali tenang.
Saat sedang memeriksa keadaan Ayu, Arjun mendapati seruling di ikat pinggang bagian belakang nya.
“Seruling apa ini Yu?”- Arjun bingung
“Oh ini aku membuatnya di jalan jadi kalau aku sudah merasa sangat jauh aku bisa meniup seruling untuk meminta bantuan”-Ayu menjelaskan pada Arjun.
” Oh… baik baik, istri ku memang hebat”-Arjun memuji.
” ayo ayo pergi mandi” – Arjun mengajak.
“Biar aku saja yang masak”-Arjun
“Spesial untuk my istri”- Arjun
“Semoga masih aman habis aku makan”-Ayu bercanda sambil Masuk kamar mandi.
” ieh menyepelekan aku lagi”-Arjun tak terima.
Setelah Ayu selesai mandi ia keluar dan melihat makanan tersaji di atas meja makan,
“Woah ini kah bikinan my suami”- Ayu.
” ini adalah hasil kerja keras ku lo”-Arjun
Mereka pun makan bersama dengan mesra. Setelah makan Ayu mengajak Arjun untuk duduk di kursi depan, Arjun pun penasaran dengan apa yang sebenarnya ingin Ayu katakan.
” aku menemukan sesuatu di jalan pulang tadi”- ucap Ayu sambil mengeluarkan benda dari kantong kecilnya.
” apaantuh?”-Arjun penasaran.
“Ini dia”- Ayu.
Ayu mengeluarkan pil ajaib berwarna emas yang sering di sebut ” Golden core”, dalam legenda siapa pun yang memakannya akan di beri kekuatan magis. Dan benda ini sangat sulit di temukan.
” Woah “- Arjun terkesima dengan apa yang dilihatnya.