Hidup Tanpa Pahlawan
Mendung,
Awan hitam menutup bumi.
Membawa suasana suram menyelimuti.
Bagai kisah tak berarti.
Perginya cahaya,
Kemurungan bagi dunia.
Hangat hilang dingin datang.
Orang yang berarti tak lagi ada.
Siapa lagi kalau bukan orang tua.
Kebahagiaan tlah tiada.
Sekarang sisa kesedihan.
Alunan detak jantung,
Bagai detik jam yang berjalan.
Waktu demi waktu kulalui,
Tanpa orang tua ku.
Mungkin raga telah tiada,
Tapi jiwa khusyuk berdoa.
Membayangkan dulu saat kau ada.
Nyanyikan lagu penuh doa.
Dawai gitar bergoyang,
Bunyikan sebuah nada.
Nada yang sederhana,
Tapi penuh makna.
Berbeda dunia,
Pisah raga.
Bertemu hanya angan.
Memeluk cukup kenangan.
Hilangnya pelita,
Hidupku tanpa makna.
Cahaya sirna,
Kenangan indah pun tiada.
Hilangnya pahlawan,
Hidup tak tentu arahnya.
Walau telah lampau,
Rasa sakit tetaplah ada.
