1000580632
haus perhatian

haus perhatian

Dipagi hari yang biasa, kelas terdengar ramai sekali seperti pasar malam. Murid murid asyik melakukan aktivitas mereka sendiri entah mengobrol, ngeghibah, atau apapun itulah. namun saat salah satu murid mengintip keluar kelas dan melihat guru mereka berjalan menuju kelas, murid tersebut melambaikan tangan nya memberi isyarat bahwa guru sudah datang dan semua murid bergegas duduk di bangku nya masing-masing. Saat guru berjalan memasuki kelas, seisi kelas jadi hening //krik krik krik… (Ah anggap saja itu suara jangkrik)

 

guru tersebut berdiri di depan papan tulis sambil tersenyum sebelum mulai berbicara memecahkan keheningan di kelas tersebut

 

guru:”ibu mau ngasih tau sesuatu nih, murid yang paling rajin di kelas ini akan mendapatkan hadiah spesial dari ibu”

 

Seisi kelas menjadi antusias dan penasaran dengan hadiah yang akan diberikan oleh bu guru nantinya khususnya bima. bima menopang dagunya dengan tangan nya lalu menyeringai dan terkikik kecil

 

bima:”yes, ini kesempatan gw buat bersinar wakakakak!”

 

Gumam bima dengan semangat. Bima mulai berlebihan ingin terlihat rajin, jam kedua lebih tepatnya sebelum guru memasuki kelas (tujuan nya agar saat ia menyapu dan bu guru memasuki kelas, bu guru melihat bima menyapu dan menganggap nya rajin). bima menyapu kelas dengan heboh, sampai-sampai debunya malah berterbangan kemana-mana hingga mengenai teman-teman nya bima

 

arka:”WOI BIM, DEBUNYA MASUK KE MATA AKU!”

 

ivan://HAKCHIM “yang bener jir nyapu nya bim, aelah”

 

Bima melirik teman teman nya yang terbatuk saat terkena debu dan menegurnya, bima hanya menyeringai kecil dan dengan bangga menaruh sapunya lalu berbicara sambil menyilangkan kedua tangan nya

 

Bima:”tenang ges, debu gabakal bikin inalillahi kok!”

 

Bima kembali mengambil sapunya kemudian lanjut menyapu dengan heboh, saat bu guru masuk bima malah sengaja menyapu didepan bu guru membuat debu debu itu mengenai bu guru. Bu guru itu terbatuk lalu menegur bima

 

Guru:”BIMA, kok kamu nyapu nya begitu, debunya kemana mana loh”

 

bima hanya pasrah di ceramahin oleh guru, namun saat istirahat ke-2 bima kembali mencoba terlihat rajin lagi dengan pergi membaca buku di perpustakaan. Di perpustakaan bima terlihat sangat serius membaca buku namun penjaga perpustakaan menghampiri bima dengan ekspresi geli

 

penjaga perpus:”buku kamu kebalik loh”

 

bima dengan malu menjawab

 

bima:”i-ini.. Ini gaya baru, pak!”

 

Bima berusaha terdengar tetap percaya diri dan meyakinkan, guru itu mengiyakan bima lalu berbalik pergi sambil tertawa pelan menganggap kejadian itu cukup lucu. Tak lama setelah itu bima melihat bu guru kesusahan membawa banyak buku jadi bima menawarkan diri untuk membantu guru itu membawakan buku. 

 

Bima membawa buku dan berjalan bersama bu guru menuju kelas untuk menaruh bukunya, jumlah buku yang bima bawa kebanyakan. Awalnya bima sudah di peringatkan bu guru untuk membawa buku lebih sedikit agar lebih ringan dan tak terjatuh namun bima menolaknya. Di pertengahan jalan seperti yang guru itu tebak, bima terjatuh dan buku buku tersebut berserakan di atas lantai. Guru itu menghela nafas dan menggelengkan kepalanya

 

Bu guru:”yaAllah, kamu gapapa bim?”

 

Bima masih dalam posisi nya yang tengkurep di lantai lalu mengacungkan jempol nya

 

Bima:”aman²👍🏻”

 

bu guru menaruh bukunya dan mengulurkan tangan nya memberi isyarat agar bima meraih tangan bu guru dan berdiri. Bima berdiri habis itu menggaruk belakang kepalanya karena agak malu malu

 

bu guru:”kan, sudah ibu bilang bawa bukunya dikit aja”

 

Bima (sambil masih menggaruk belakang kepalanya dan memalingkan wajahnya):”hehe maaf bu”

 

Beberapa hari belakangan ini bima semakin sok rajin saking pengen nya dapat hadiah dari bu guru. Dan hari ini, hari pengumuman siapa yang paling rajin dikelas ini, kelas terasa tegang, semuanya penasaran dan berharap menjadi juara dikelas ini. Bima sangat percaya diri dan menebak dirinya akan juara karena beberapa hari belakangan ini ia menjadi super duper rajin, bima tersenyum sombong sambil menunggu bu guru mengumumkan pemenang nya

 

Bu guru:”murid yang paling rajin di kelas ini adalah…”

 

Bima:”halah, pasti gw”

 

Seisi kelas deg-degan menunggu jawaban bu guru

 

Bu guru:”murid yang paling rajin dikelas ini.. Lia!!”

 

Semua murid bertepuk tangan kecuali bima, bima ternganga bingung sebelum memasang ekspresi kesal. Bima tidak terima bahwa ia tidak juara. Bima melirik ke arah lia sebelum kembali menatap bu guru

 

Bima:”lia!? Dia bahkan ga keliatan rajin tau!”

 

Kata bima dengan bingung dan sedikit kesal sambil menunjuk ke arah lia, lie cuman tersenyum kecil dan berjalan maju ke depan kelas dan berdiri diam disitu sambil menatap bima. Bu guru tersenyum sebelum berbicara

 

Bu guru:”mungkin lia ga seheboh kamu, tapi lia konsisten”

 

Bima:”lah…”

‘FLASHBACK’

Lia tiap pagi buang sampah kecil tanpa disuruh, lia mencatat rapi tiap pelajaran, lia membantu temannya yang kesulitan belajar matematika, lia menyapu dan mengepel kelas walaupun tidak disuruh dan itu bukan hari piketnya. Bima mengerutkan keningnya dan memutar matanya sebelum kembali menatap ke arah lia yang sedang menjulurkan lidah nya. Bu guru menghela nafas geli dan kembali berbicara.

 

Guru:”rajin itu yang ikhlas dong bima, jangan cuman gara gara tau bakalan dapat hadiah kamu jadi semangat gitu”

 

Guru itu berdehem, berbicara dengan nada rendah dan agak bercanda

 

Guru:”udah gitu ga becus lagi kerjanya”

 

Seisi kelas terdengar sedang menertawakan bima. Wajah bima memerah karena malu, lia menghampiri bima dan menepuk bahunya sambil tertawa kecil

 

Lia:”gapapa, bim. Usaha kamu lucu sih.. Tapi mulai besok coba rajin tanpa drama”

 

Bima:”ck”

 

 

 

 

HAY AGA ANEH/GA NYAMBUNG GITU YA CERITA NYA HEHE, aku bikin cerita ini dengan imajinasiku sendiri jadi rada² aneh/ngawur ceritanya.

 

By:farida handayani irawati (imut) 7D🦅

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait

    Program Literasi

    Program Gerakan Literasi Sekolah SMPIT AL-UKHUWAH No Nama Program Tujuan Pembuktian Deskripsi 1. Duta Literasi Sebagai penggerak literasi sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lainnya Terciptanya beberapa karya Merupakan sekelompok siswa yang dibentuk untuk mengembangkan literasi di sekolah 2. Bengkel Sastra Wadah untuk mengembangkan minat dan bakat siswa terhadap Sastra Indonesia (Prosa, Puisi, Drama) Pagelaran Sastra

    Baca selengkapnya...

    Karya Literasi

    Buku Antologi Cerpen “Terlihat Susah, tapi Bismillah! Jilid 1” Buku Antologi Cerpen “Terlihat Susah, tapi Bismillah! Jilid 2” Buku Antologi Puisi “ Kertas Usang Demokrasi” Buku Antologi Puisi “Arahnya Ke Mana?” Buku Antologi Cerpen “Allah Tahu Kamu Lelah Jilid 1” Buku Antologi Cerpen “Allah Tahu Kamu Lelah Jilid 2” Buku Antologi Puisi “Mencari Sembuh” Buku

    Baca selengkapnya...