Dialog sunyi di ujung Desember
by : Vivi Sulfiani
Di cermin pagi ini, 31 Desember 2025,
Wajah yg menatapku nampak lebih dewasa.
Ada gurat lelah dari dua belas bulan yg panjang,
Namun ada binar yg tak mau padam meski diterjang.
Tahun Dua ribu dua puluh lima kini hanyalah reruntuhan detik yg mulai senyap.
Seperti buku tebal yg sampulnya mulai terlepas.
Kita telah melewati badai yg tak sempat dicatat,
Juga tawa-tawa kecil yg mewarnai hari.
2026 tidak datang dengan keajaiban instan,
Ia datang sebagai ruang, sebagai kemungkinan.
Ia adalah pagi yg belum tersentuh polusi ambisi,
Ia adalah kesempatan tuk kembali mencari jati diri.
Malam nanti, saat dunia sibuk menghitung mundur,
kuingin menghitung maju setiap syukur.
Bukan berapa banyak harta yg berhasil dikumpul,
Tapi berapa banyak luka yg berhasil menyimpul jadi simpul..
Selamat jalan, dua ribu dua puluh lima,
Terima kasih telah menjadi rumah bagi segala rupa.
Bengalon, 31 Desember 2025
