Catatan dari Bawah Tanah

Judul: Catatan dari Bawah Tanah (Notes From Underground)

Penulis: Fyodor Dostoevsky (1821 – 1881)

Tanggal Rilis: April, 1864

Sinopsis:

Catatan dari Bawah Tanah adalah salah satu karya dari Fyodor Dostoevsky, penulis legendaris asal Rusia. Meskipun dirilis dua tahun sebelum Kejahatan dan Hukuman (salah satu karya terpopulernya), novel ini tak kalah menarik di kalangan pembaca sastra Rusia. Novel ini menceritakan tentang seorang pria yang… namanya tak pernah disebut. Jadi kita sebut saja Underground Man. 

Underground Man adalah pria yang diceritakan hidup terasing dari masyarakat dengan mengasingkan dirinya sendiri ke kehidupan bawah tanah. Dalam pengasingannya ini, dia menulis banyak narasi tentang kritikannya mengenai masyarakat di abad ke-19, rasionalisme, dan cita-cita utopis. Oleh karena itu, bagian pertama novel ini penuh dengan monolog, sedangkan bagian ke dua novel ini menceritakan kilas balik Underground Man yang penuh konflik dengan orang lain, seperti pertemuannya dengan mantan teman sekolah/koleganya, dia mencoba bersosialisasi tapi gagal total karena sifatnya yang sinis, sok pintar, dan kontradiktif. 

Lalu ada juga pertemuan dan hubungannya dengan Liza, seorang wanita muda. Singkatnya Liza adalah seorang pelacur yang dia temui. Dia mencoba “menyelamatkan” atau “mengajari” Liza, namun interaksinya justru penuh manipulasi emosional, rasa bersalah, dan konflik batin. Ah, sudahlah, intinya kalian baca saja sendiri—tunggu, kenapa aku malah terdengar seperti Underground Man itu sendiri? 

The “Backstory” (Why I Read This): Jujur saja.. cara ku mengenal Dostoevsky itu agak konyol. Awalnya aku hanya menonton sebuah anime berjudul ‘Bungou Stray Dogs’ dan langsung jatuh cinta pada salah satu tokohnya, Fyodor Dostoevsky. Sebelum kalian bingung, karakter Fyodor di anime itu terinspirasi dari penulis nyata, Fyodor Dostoevsky. Aduh, seperti apa ya menjelaskannya? Pokoknya begitu.

(My man omg. Hes so gorgeous.)

Alasanku mulai mengetahui karya-karyanya adalah karena nama ability Fyodor di anime itu ternyata terinspirasi dari novel penulis nyata yang berjudul Kejahatan dan Hukuman (seperti yang diawal ku sebutkan tadi). Oleh karena itu, aku mulai membaca karyanya dengan Kejahatan dan Hukuman sebagai bacaan pertamaku. Lalu aku mulai mengeksplor karya Dostoevsky yang lain seperti Karamazov Bersaudara, Malam-malam Putih, dan yang sedang ku bahas sekarang, Catatan dari Bawah Tanah.

Saat membaca novel ini, aku menemukan banyak sekali kutipan yang menarik perhatianku. Aku mempunyai banyak sekali kutipan favorit, tapi aku hanya akan memperlihatkan salah satunya:

“Aku tak pernah berhasil menjadi apa pun: tidak menjadi jahat ataupun baik, tidak menjadi bajingan ataupun orang jujur, tidak menjadi pahlawan ataupun cecunguk.”‍ 

Entah kenapa aku merasa kutipan ini menyentuh sesuatu didalam diriku, tapi ya tidak tau apa. Jadi, ya sudahlah.

Verdict: Menurutku, Underground Man adalah karakter yang cukup relatable bagiku. Itulah sebabnya aku sangat menyukai novel ini. Aku suka bagaimana Dostoevsky mengeksplorasi alienasi dan absurditas hidup lewat tokoh sang narator. Secara keseluruhan, novel ini sangat PEAK. Recommended buat yang pengen jadi tidak waras  suka mikir dalam. Oh iya, apakah perlu kuingatkan lagi bahwa novel ini penuh monolog? 

Penulis: Vania Chantika Aurellia

N.B. sebelum ngepost ini, aku cosplay Franz Kafka dulu, hiks (please get the reference)

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait

    Program Literasi

    Program Gerakan Literasi Sekolah SMPIT AL-UKHUWAH No Nama Program Tujuan Pembuktian Deskripsi 1. Duta Literasi Sebagai penggerak literasi sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lainnya Terciptanya beberapa karya Merupakan sekelompok siswa yang dibentuk untuk mengembangkan literasi di sekolah 2. Bengkel Sastra Wadah untuk mengembangkan minat dan bakat siswa terhadap Sastra Indonesia (Prosa, Puisi, Drama) Pagelaran Sastra

    Baca selengkapnya...

    Karya Literasi

    Buku Antologi Cerpen “Terlihat Susah, tapi Bismillah! Jilid 1” Buku Antologi Cerpen “Terlihat Susah, tapi Bismillah! Jilid 2” Buku Antologi Puisi “ Kertas Usang Demokrasi” Buku Antologi Puisi “Arahnya Ke Mana?” Buku Antologi Cerpen “Allah Tahu Kamu Lelah Jilid 1” Buku Antologi Cerpen “Allah Tahu Kamu Lelah Jilid 2” Buku Antologi Puisi “Mencari Sembuh” Buku

    Baca selengkapnya...