By: Marsya Halwa 8C
Perkenalkan namaku Mira. Orangnya… memang sering kali di kenal pintar tetapi di dalam hati ku, aku benci untuk mengakui itu. Aku benci mengatakan diriku seperti itu, aku ingin—
“Hei mira, Kamu darimana aja sih?”
Tiba-tiba ada yang memanggil namaku, lamunanku kini sirna, digantikan dengan kenyataan yang kuhadapi sekarang. Kemudian diriku menengok ke arah mereka dan menampakkan senyuman ku.
“Aku? oh, aku cuman.. belajar kok.”
Aku mengatakan dengan jujur namun senyuman ku untuk sesaat hampir memudar saat mereka menyerahkan tugas mereka kepadaku. Tentu saja aku tahu, itu yang sering mereka lakukan.
“Jadi… Bagi ya?”
“Tapi kan aku sibuk? Aku mau mengerjakan tugas ku juga.” Mira membalas dengan nada sedikit tegas.
“Tugas mu kan bisa nanti, kan ini pelajaran yang mudah untuk mu! Jangan pelit dong.” ‘teman’ nya Mira dengan keras menjawab.
Kata-kata itu lagi. Aku terdiam pada akhirnya, kali ini aku tidak bergerak. Tidak langsung memberikan jawaban ke mereka.
Lalu mereka mendapat kesempatan itu untuk Ingin merebut buku ku, aku kemudian sadar dan langsung mencoba merebutnya kembali. Kini buku di pegang oleh dua tangan di orang yang berbeda.
“Lepaskan buku ku, kamu kerjakan tugas mu sendiri aja sana!”
“Gamau!”
Tapi rasa kepercayaan ku mulai hilang ketika banyak orang yang menonton, orang yang sama yang menganggap diriku lemah. Mereka berbicara di belakang ku, mereka melihatku dengan rendah.
Tetapi tiba-tiba ada seseorang yang maju dan berhasil mengambil buku ku itu, aku sempat panik untuk sementara sebelum rileks ketika ia mengembalikan nya ke aku. Aku melihat ke arah orang itu dan..
Sadar itu adalah ziel. Sahabat ku sendiri yang datang ke kelas setelah mendengar kabar ku.
“HEY! ,kalo mau nilai bagus belajar sendiri!. jangan menyusahkan Mira!”
ucap Ziel. Ziel melindungi ku dari ‘teman’ ku yang mengambil buku dan mereka langsung merasa takut. tetapi sebelum pergi, mereka menoleh ke belakang sesaat, lalu berkata
“Yasudah kamu selamat hari ini!”
Lalu membalikkan badan mereka dan pergi pada akhirnya. Aku terdiam, mencoba memproses kejadian itu tetapi tiba-tiba ziel mengulurkan tangannya kepadaku dan menarik ku dekat.
“Mau jalan-jalan ga? Buat tenangin pikiran mu?” Ziel bertanya, mata nya penuh harapan.
“Jalan-jalan?. emm boleh.. tapi kemana? ,aku engga bisa sampai jam 4 sore. disuruh belajar sama orang tua ku” Mira menjawab.
“Belajar lagi? Kamu terlalu fokus untuk itu! Ayolah.. agak lama sedikit ga masalah kok.”
Bilang nya Ziel dengan wajah cemberut. aku terdiam, Pikiran ku di penuhi keraguan sebelum Ziel melanjutkan lagi.
“Kamu engga bosan belajar melulu?, cobalah mencari kebahagiaan.” Ia berkata.
“Kamu tidak dilahirkan untuk belajar terus menerus. belajar boleh tetapi tidak sepanjang waktu” dan tersenyum.
Mataku terbinar-binar setelah mendengar perkataan nya, aku sadar.. setiap kehidupan tidak perlu di bawa overthinking. Aku tersenyum balik kemudian menganggukkan kepala.
“Ayo deh kalo gitu.”
“Bagus!”
Saat hari minggu. tepatnya saat mereka jalan-jalan. Ziel menjemput Mira di depan pintu gerbang rumahnya pagi-pagi
“Miraaa!!! ayooo!!” Kata Ziel memanggil Mira dengan nada tinggi.
“Siapa sih itu menggangu pagi-pagi!?” ucap mama nya Mira.
“Emmm itu temen ku ma maaf ya dia memang suka begitu.” ucap Mira.
“Ohhh ,bilangin ke dia jangan teriak-teriak pagi-pagi begini” Tegur mamanya Mira.
“iya ma maaf” ucap mira. Mira pun membuka gerbang rumahnya. “Ayoo Ziell”
“AYOO!!” mereka pun berkunjung ke taman bunga dekat rumah Ziel.
“Mira! mira! lihat ini! bunga nya cantik sekali!” Ziel berkata dengan antusias sambil menunjukkan bunga nya ke Mira.
“Wahh iya ini namanya bunga mawar. merahnya membuat dia menawan”
“Wahh kamu pintarr bangett yaa!!” Ziel memuji Mira tanpa ragu-ragu.
“Bukan apa-apa kok hehe.. :)” Mira tersipu malu sedikit.
Mereka pun bercerita dan saling mengayun ayunan secara bergantian. waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Mira takut dimarahi orang tua nya dan meminta izin Ziel untuk pulang.
“Aku pulang dulu ya ziel. terimakasih untuk hari ini aku sudah mulai enakan.”
“Waahh udah jam 3 aja yaa.. 🙁 , yasudahh dadahh mira sampai jumpa saat di sekolah!!”
Ziel melambaikan tangan perpisahan dan Mira membalasnya balik.
Mira pun pulang dengan wajah yang ceria karena habis bermain dengan teman dekatnya.
Keesokan harinya. hari senin setelah upacara bendera dilaksanakan.
“Duh sebentar lagi ujian akhir semester 2.. aku harus belajar lebih giat lagi.” Ucap mira.
Setelah pulang sekolah mira tidak ada waktu untuk membuka hp. dia hanya belajar belajar dan belajar seminggu itu.
*time skip.
Ujian pun selesai. mira mendapatkan nilai sempurna di setiap mata pelajaran.
“Miraaa!! sebentar lagi kita lulus kamu punya wa kah?? agar kita masih bisa berkomunikasi walaupun sudah tidak sekolah?” ucap Ziel dengan nada bertanya.
“Punya nomer ku 08 ********” jawab Mira.
“Okee!! nanti aku chat.”
Di hari kelulusan..
“Selamat.. kalian sudah lulus.” ucap kepala sekolah dengan bangga.
“Iya terimakasih untuk segalanya pak buk sudah mengajar kami semua sampai sejauh ini.” Anak murid berkata secara bersamaan.
*time skip.
Sudah beberapa tahun dan kini Mira menjadi pemilik restoran ternama dan mendapat uang berjuta-juta, tetapi ia tidak lupa juga ada Ziel di sampingnya. Dia bisa sejauh ini karena dukungan sahabatnya.
Tamat..