1000649710
Belajar Pulih Lewat “Membasuh”

Resensi lagu Hindia-Membasuh 

By: miftahurroahma

 

Judul: Membasuh

Penyanyi: Hindia (berkolaborasi dengan Rara sekar)

Album: Menari dengan bayangan

Genre: Folk, Balada, dan Indie

Tahun Rilis: 2019

Pendahuluan

Lagu “Membasuh”  karya Hindia merupakan salah satu lagu yang memiliki nuansa emosional kuat dan reflektif. Hindia dikenal sebagai musisi yang sering mengangkat isu kesehatan mental, kegelisahan hidup, serta proses berdamai dengan diri sendiri. Lagu ini menjadi cerminan perjalanan batin seseorang yang lelah, terluka, namun berusaha bangkit dan membersihkan diri dari beban masa lalu. 

Menurut saya sendiri, dan juga untuk sebagian “gen z”, hindia adalah psikolog yang menyelamatkan banyak orang.

Lagu “Membasuh”  menghadirkan suasana sunyi yang penuh makna. Sejak awal, lagu ini terasa seperti ruang aman bagi pendengarnya—tempat untuk mengakui lelah, kecewa, dan luka yang selama ini dipendam. Hindia tidak berusaha menutupi rasa sakit, justru mengajak pendengar untuk menerimanya sebagai bagian dari proses hidup.

 Isi dan Makna Lagu

Secara garis besar, “Membasuh”  menggambarkan proses penyembuhan emosional. Kata “membasuh” sendiri dimaknai sebagai usaha untuk membersihkan luka, rasa bersalah, dan kenangan pahit yang menumpuk di dalam diri kita. Lagu ini berbicara tentang penerimaan terhadap rasa sakit, tanpa menyangkal bahwa luka tersebut pernah ada.

 

Hindia menyampaikan pesan bahwa tidak apa-apa merasa lelah, tidak sempurna, dan terluka. Namun, manusia tetap perlu memberi ruang untuk memulihkan diri. Lagu ini terasa dekat dengan pendengar, terutama generasi muda yang sering menghadapi tekanan hidup, ekspektasi sosial, dan konflik batin.

Musik dan Aransemen

Dari segi musik, menurut saya “Membasuh” hadir dengan aransemen yang sangat tenang dan minimalis. Perpaduan instrumen yang lembut dengan vokal Hindia yang khas membuat suasana lagu terasa intim dan mendalam. Tempo yang tidak tergesa-gesa mendukung pesan lagu yang mengajak pendengar untuk berhenti sejenak dan merenung, menyadarkan kita dari hal-hal yang sudah kita perbuat.

 Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan→ menurut saya, lagu ini terletak pada liriknya yang jujur dan emosional, serta musiknya yang tenang mampu menyampaikan perasaan dengan kuat tanpa berlebihan. Lagu ini mudah dirasakan oleh pendengar karena relevan dengan kehidupan sehari-hari (mungkin untuk sebagian orang).

 

Kekurangannya, bagi sebagian orang, lagu ini mungkin terasa terlalu sendu atau berat, terutama jika didengarkan saat suasana hati sedang tidak stabil.

 Penutup (Kesimpulan)

Lagu “Membasuh” karya Hindia merupakan karya yang sarat bermakna dan emosional. Lagu ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga pengingat bahwa setiap orang berhak untuk beristirahat, menyembuhkan diri, dan memaafkan masa lalu. menurut saya “Membasuh”  sangat cocok didengarkan saat sedang merenung atau mencari ketenangan.

Lagu ini seakan akan menyuarakan bahwa “proses pulih bukanlah hal instan, melainkan perjalanan panjang yang harus dijalani dengan sabar” .

Pelajaran yang dapat diambil dari lagu “Membasuh” adalah pentingnya memberi waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat secara emosional. Lagu ini menyampaikan bahwa hidup tidak harus selalu kuat dan sempurna. Mengakui kelelahan justru menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental.

Setiap orang memiliki luka batin yang tidak selalu terlihat. Lagu ini mengingatkan bahwa menghadapi dan menerima rasa sakit merupakan langkah awal untuk memulihkan diri. Dengan menerima keadaan diri apa adanya, seseorang dapat perlahan bangkit dan melanjutkan hidup dengan lebih tenang.

Lagu ” Membasuh” juga mengajarkan kita tentang proses berdamai dengan masa lalu.

 

Saat saya sedang dalam keadaan emosi, saya selalu mendengarkan lagu Hindia-membasuh. Selain menenangkan, juga sebagai pengingat di beberapa liriknya.

Saya juga selalu tertampar dengan salah satu liriknya yang membuat saya tersadar dan harus memaafkan, sabar, ataupun ikhlas. 

lirik yang saya maksud adalah:

“Sempatkan pulang, keberanda” 

“Tuk mencatat hidup dan harganya” 

“Bisakah kita tetap memberi (walau tak suci)” 

“Bisakah terus mengobati (walau membiru)” 

“Cukup besar tuk mengampuni 

Tuk mengasihi” 

“Tanpa memperhitungkan masa yang lalu” 

“Walau kering, bisakah kita tetap membasuh” 

 

 

 

 

 

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait

    Program Literasi

    Program Gerakan Literasi Sekolah SMPIT AL-UKHUWAH No Nama Program Tujuan Pembuktian Deskripsi 1. Duta Literasi Sebagai penggerak literasi sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lainnya Terciptanya beberapa karya Merupakan sekelompok siswa yang dibentuk untuk mengembangkan literasi di sekolah 2. Bengkel Sastra Wadah untuk mengembangkan minat dan bakat siswa terhadap Sastra Indonesia (Prosa, Puisi, Drama) Pagelaran Sastra

    Baca selengkapnya...

    Karya Literasi

    Buku Antologi Cerpen “Terlihat Susah, tapi Bismillah! Jilid 1” Buku Antologi Cerpen “Terlihat Susah, tapi Bismillah! Jilid 2” Buku Antologi Puisi “ Kertas Usang Demokrasi” Buku Antologi Puisi “Arahnya Ke Mana?” Buku Antologi Cerpen “Allah Tahu Kamu Lelah Jilid 1” Buku Antologi Cerpen “Allah Tahu Kamu Lelah Jilid 2” Buku Antologi Puisi “Mencari Sembuh” Buku

    Baca selengkapnya...